23 April; Selamat Hari Buku Sedunia

Bulan April ini memang dipenuhi dengan berbagai macam perayaan, ya, Bunda. Selain Hari Kartini (21 April), Hari Bumi (22 April) dan Hari Tani (29 April), bulan ini juga merupakan bulan perayaan bagi dunia literasi.

Ya, konferensi umum United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang berlangsung pada tahun 1995, menetapkan tanggal 23 April sebagai Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia atau dikenal dengan sebutan World Book Day. (galamedianews.com)

Sejarah Hari Buku

Seperti dikutip dari salamsatudata.web.id, Hari Buku awalnya adalah perayaan St. George’s Day—sebuah tradisi di mana para pria memberikan mawar kepada kekasihnya—di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan.

Nah, pada tahun 1923, tradisi ini mulai berganti untuk menghormati Miguel de Cervantes, seorang penulis yang meninggal pada 23 April. Adalah para pedagang buku yang memulai hal tersebut. Para perempuan mulai memberikan buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri, Hari Buku pertama kali diprakarsai oleh Forum Indonesia Membaca pada tahun 2006.

Tidak sedikit masyarakat yang turut berpartisipasi merayakan Hari Buku Sedunia. Pasalnya, Hari Buku bukan sekadar penghargaan bagi penulis, penerbit, distributor, atau insan perbukuan saja. Tetapi juga masyarakat yang peduli terhadap dunia literasi.

Bagaimana pun juga, buku merupakan jendela dunia yang bisa diakses oleh siapa dan dari mana saja. Tentunya, akan sangat rugi bagi kita—khususnya para orangtua—jika tidak mulai memperkenalkan buku pada anak. Betul ‘kan, Bun?

Selamat Hari Buku Sedunia 2016

image dari flickr

Share your thoughts