<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>header Archives - Cikal Aksara</title>
	<atom:link href="https://cikalaksara.com/category/header/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cikalaksara.com/category/header/</link>
	<description>Penerbit</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 May 2011 07:44:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<item>
		<title>100 Pahlawan Nusantara</title>
		<link>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:44:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[slideshow]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://cikalaksara.com/2011/05/13/100-pahlawan-nusantara1/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada 11 Februari 1899, terjadi pertempuran hebat di Meulaboh, Aceh. Teuku Umar yang saat itu tengah diburu tentara Belanda tewas tertembak timah panas. Akibatnya, Cut Nyak Dhien, istri Teuku Umar kehilangan suami yang dicintainya untuk kedua kalinya akibat ulah penjajah Belanda. Meskipun demikian, Cut Nyak Dhien tak pernah patah arang. Bersama rakyat Aceh, ia terus&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/">100 Pahlawan Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4></h4>
<p>Pada 11 Februari 1899, terjadi pertempuran hebat di Meulaboh, Aceh. Teuku Umar yang saat itu tengah diburu tentara Belanda tewas tertembak timah panas. Akibatnya, Cut Nyak Dhien, istri Teuku Umar kehilangan suami yang dicintainya untuk kedua kalinya akibat ulah penjajah Belanda. Meskipun demikian, Cut Nyak Dhien tak pernah patah arang. Bersama rakyat Aceh, ia terus berjuang mempertahankan tanah mereka dari tangan penjajah. Bahkan sampai usianya senja dan fisiknya melemah, ia masih ikut bergerilya di daerah pedalaman.</p>
<p>Itulah salah satu kisah perjuangan pahlawan untuk mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan rela mengorbankan apa saja demi mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Di dalam buku ini, ada 100 kisah pahlawan yang patut kita jadikan teladan dan kita hargai jasa-jasanya. Karena perjuangan mereka, kita bisa hidup di negara Indonesia yang merdeka, aman, dan damai.</p>
<p><strong>Penulis:</strong> Tim Sunrise Pictures<br /><strong>Ukuran:</strong> 21 x 28 cm<br /><strong>Tebal: </strong>iii + 53 hlm<br /><strong>Penerbit: </strong>Cikal Aksara<br /><strong>ISBN: </strong>602-8526-34-7<br /><strong>Harga: </strong>Rp29.000,-</p>
<p></p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/">100 Pahlawan Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jago Bereksperimen</title>
		<link>https://cikalaksara.com/kecil-kecil-jago-bereksperimen/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/kecil-kecil-jago-bereksperimen/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2011 06:38:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[slideshow]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[eksperimen]]></category>
		<category><![CDATA[experiment]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[ilmuan]]></category>
		<category><![CDATA[IPA]]></category>
		<category><![CDATA[science]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://cikalaksara.com/2011/04/21/kecil-kecil-jago-bereksperimen/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Percayakah kamu bahwa cangkang telur bisa terbuka dengan sendirinya tanpa bantuan tangan? Mungkin kamu tidak akan mempercayainya sebelum kamu melihatnya sendiri. Sekarang, mari kita buktikan kebenarannya!</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/kecil-kecil-jago-bereksperimen/">Jago Bereksperimen</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Telur mempunyai cangkang keras yang terbuat dari zat kapur (kalsium). Walaupun keras, zat kapur bisa meluruh jika bereaksi dengan zat asam seperti cuka. Nggak percaya? Lakukan saja percobaan di bawah ini.</p>
<p>Bahan dan alat yang diperlukan:<br />•&nbsp;&nbsp; &nbsp;1 butir telur ayam yang sudah direbus<br />•&nbsp;&nbsp; &nbsp;¼ gelas cuka<br />•&nbsp;&nbsp; &nbsp;¼ gelas air <br />•&nbsp;&nbsp; &nbsp;Sebuah gelas</p>
<p>Langkah-langkah percobaan:<br />1.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Masukkan cuka ke dalam gelas, lalu tambahkan air.<br />2.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Masukkan telur yang sudah direbus ke dalam gelas berisi larutan cuka.<br />3.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Diamkan selama sekitar satu minggu. Jika mungkin, ganti larutan cuka setiap hari. Perhatikan kondisi telur.<br />4.&nbsp;&nbsp; &nbsp;Setelah beberapa hari, telur akan kehilangan cangkangnya.</p>
<p>Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan telur tersebut?</p>
<p>Jadi, zat kapur akan bereaksi dengan cuka dan menghasilkan gas karbondioksida. Itulah sebabnya, timbul gelembung-gelembung di dalam air. Jika dibiarkan cukup lama, seluruh kulit telur akan habis bereaksi dengan cuka. Akhirnya, hanya menyisakan selaput tipis yang membungkus telur.</p>
<p>Di dalam tubuh kita, zat kapur banyak terdapat di dalam tulang dan gigi. Itu sebabnya, gigimu mudah keropos jika suka makan yang mengandung zat asam dan malas menggosok gigi.</p>
<p>Bagaimana, seru ya bereksperimen seperti ini? Sebenarnya, masih banyak lagi eksperimen sederhana yang bisa kamu uji coba sendiri. Buku <em>Fun Science Experiment for Kids</em> yang ditulis oleh Kak Nia Haryanto dan Kak Adrian R. Nugraha ini bisa kamu jadikan acuan untuk melakukan percobaan-percobaan sederhana.</p>
<p>Mulai dari sulap air, membuat roket balon, rambut listrik, gunung berapi mini, membuat awan, tarian kismis, hingga mewarnai bunga bisa kamu lakukan sendiri. Dengan langkah-langkah yang sederhana dan mudah dimengerti, serta ilustrasi yang menarik membuat buku terbitan Cikal Aksara ini terasa menyenangkan untuk dibaca. Pastinya, percobaan sains ini membuatmu makin pintar! Selamat bereksperimen, ya, teman!</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/kecil-kecil-jago-bereksperimen/">Jago Bereksperimen</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/kecil-kecil-jago-bereksperimen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
