pasar tradisional

Mengenal Pasar dan Belajar Mewarnai Pasar Tradisonal, Pasar Terapung, dan Pasar Modern

Sesekali ajak anak-anak jalan-jalan ke pasar tradisional. Banyak hal yang bisa dilihat dan dikenalkan. Walaupun saat ini pasar tradisional mulai berkurang, tentu masih ada di setiap daerah. Maka sayang sekali, Bunda, jika anak-anak sekarang hanya tahu mall pusat perbelanjaan atau pasar daring (online marketplace).

Banyak manfaat yang bisa ditemukan di pasar tradisional, khususnya buat anak-anak. Minimal mengenalkan rantai distribusi bahan pangan dan barang bisa dijumpai di pasar. Riuh dan ramainya pasar dan pertemuan dengan para pembeli dan penjual bisa menjadi pengalaman belajar bertemu aneka rupa orang-orang.

Menurut kami—Cikal Aksara—ini penting Bunda, untuk belajar sosialisasi sejak dini, melihat tempat bertemunya para pembeli dan penjual. Selain mengajak anak-anak berbelanja di pasar tradisional juga baik untuk belajar keberanian, anak juga bisa belajar berhitung secara nyata saat berbelanja. Sesekali ajak mereka berinteraksi dengan para penjual jajanan pasar misalnya.

Di Indonesia setidaknya ada tiga jenis pasar yang bisa ditemui, yaitu pasar tradisional, pasar terapung, dan pasar modern. Untuk pasar terapung, misalnya bisa ditemukan Sungai Barito, di Banjarmasin—Kalimantan Selatan. Yang menarik di pasar terapung, terkadang terjadi barter atau tukar-menukar barang antar penjual.

Sementara untuk pasar tradisional, biasanya untuk menandai tempat jualan dengan nama “los” sesuai barang yang dijual. Misalnya los penjual daging, los penjual sayuran, los penjual bahan kain, los penjual ikan, dan sebagainya. Tujuannya agar pembeli mudah menemukan.

Di tempat penjual sayuran, anak-anak bisa melihat aneka rupa bentuk dan warna sayuran. Bunda bisa menunjukkan perbedaan kembang kol dengan brokoli. Atau jagung untuk sayuran dengan jagung manis jajanan.

Pengalaman dan aktivitas melihat langsung, adalah cara belajar yang lebih “membekas” dalam diri anak.

 

Baca Juga: Meluangkan Waktu Bersama Anak

 

Jika Bunda belum sempat meluangkan waktu mengajak anak pergi berbelanja ke pasar, aktivitas ini tidak kalah seru lho. Mengenal aneka pasar dan isinya dengan mewarnai dan mencocokkan gambar-gambar. Luangkan saja waktu 10—15 menit menemani sang buah hati dalam permainan dan aktivitas di buku fun coloring ini.

Kegiatan mewarnai baik sekali untuk menumbuhkan gerak motorik anak, belajar mengenal perbedaan warna, dan mengasah daya kreativitas anak. Sebagai referensi, buku Fun Coloring Mewarnai Pasar, bisa menjadi referensi aktivitas mengasah otak anak. Buku ini mengenalkan suasana dan isi pasar seperti jenis pasar tradisional, pasar terapung, dan pasar modern.

ilustrasi pasar terapung

 

Selain tema Fun Coloring di atas, ada lagi tema Mewarnai Pantai dan Mewarnai Baby Doll. Fun Coloring Mewarnai Pantai ini untuk mengajak anak mengenal suasana dan kegiatan seru yang bisa dilakukan di pantai. Sementara, buku Fun Coloring Mewarnai Baby Doll selain berisi aktivitas seru mewarnai, ada pula kegiatan menulis, menyusun kata, dan mencocokkan gambar.

Ketiga buku tersebut sudah bisa didapatkan di toko buku Gramedia dan toko buku online di Indonesia.

Yuk Bunda, luangkan waktu untuk mendampingi anak-anak bermain sembari belajar mewarnai.

 

 

 

Share your thoughts