<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak sulit konsentrasi Archives - Cikal Aksara</title>
	<atom:link href="https://cikalaksara.com/tag/anak-sulit-konsentrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cikalaksara.com/tag/anak-sulit-konsentrasi/</link>
	<description>Penerbit</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Aug 2022 08:00:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<item>
		<title>Fakta Menarik yang Tentang ADHD, Ini Gejala dan Ciri-cirinya</title>
		<link>https://cikalaksara.com/fakta-menarik-yang-tentang-adhd-ini-gejala-dan-ciri-cirinya/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/fakta-menarik-yang-tentang-adhd-ini-gejala-dan-ciri-cirinya/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2022 04:55:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[anak ADHD]]></category>
		<category><![CDATA[anak sulit konsentrasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://cikalaksara.com/?p=3904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Terkadang mengikuti tumbuh kembang anak, tidak sesuai yang diharapkan orang tua. Tidak selalu tumbuh kembang anak berjalan semestinya dan sempurna. Bersyukurlah bagi ayah bunda yang memiliki anak-anak bisa tumbuh dengan baik. Sebab ada beberapa keadaan yang membuat seorang anak berbeda dengan anak lainnya. Satu di antaranya adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Mengasuh dan mendidik&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/fakta-menarik-yang-tentang-adhd-ini-gejala-dan-ciri-cirinya/">Fakta Menarik yang Tentang ADHD, Ini Gejala dan Ciri-cirinya</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Terkadang mengikuti tumbuh kembang anak, tidak sesuai yang diharapkan orang tua. Tidak selalu tumbuh kembang anak berjalan semestinya dan sempurna. Bersyukurlah bagi ayah bunda yang memiliki anak-anak bisa tumbuh dengan baik. Sebab ada beberapa keadaan yang membuat seorang anak berbeda dengan anak lainnya. Satu di antaranya adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">Attention Deficit Hyperactivity Disorder</span></i><span style="font-weight: 400;"> (ADHD).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif dan sulit fokus atau konsentrasi, tentu saja membuat orang tua bisa cemas, bahkan stres. Kondisi mental dan kejiwaan yang demikian belum bisa disembuhkan. Upaya dengan pola terapi pengobatan medis, psikologi, dan terapi sosial bisa mengurangi gejala ini. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayah dan bunda perlu super sabar menerima mengetahui anak mengidap gejala ADHD secara lengkap. Anak-anak pengidap ADHD dan autis, secara umum diterapi dengan pengobatan dan terapi perilaku. Yang pasti orangtua membutuhkan komitmen, ekstra waktu, tenaga, kesiapan mental dan dana untuk mengatasi kondisi yang dihadapi. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mereka dengan kondisi ADHD</span><i><span style="font-weight: 400;"> (</span></i><i><span style="font-weight: 400;">attention deficit hyperactivity disorder) </span></i><span style="font-weight: 400;">tetap bisa dan berpeluang sukses dalam bidangnya. Beberapa </span><a href="https://www.idntimes.com/life/inspiration/sista-noor-elvina/mengejutkan-8-tokoh-ini-merupakan-pengidap-adhd-c1c2?page=all"><span style="font-weight: 400;">tokoh pengidap ADHD</span></a><span style="font-weight: 400;">, seperti Albert Einstein, Michael Jordan, Jim Carrey, dan masih banyak lagi. Banyak anak dengan bawaan genetik seperti ini bisa sukses dalam pendidikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apa penyebab ADHD? Menurut para saintis, ada 4 dugaan: kelahiran prematur, kerusakan otak, berat badan yang kurang saat lahir, penggunaan alkohol dan tembakau saat kehamilan, dan paparan timbal saat  kehamilan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bagaimana cara merawat kondisi anak dengan bawaan ADHD? Bagaimana pun anak dalam kondisi apa pun adalah titipan Tuhan. Kita hanya bisa menerima dan berupaya mendidik dan mengasuhnya sekuat daya dan ikhtiar. Yang perlu disadari anak dengan kondisi apa pun berupaya kita syukuri dengan merawat dengan baik dengan penuh kesabaran.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pertama kali yang perlu dikenali dan ketahui adalah informasi yang tepat dan lengkap. Hal ini untuk mengantarkan orangtua akan lebih bijak dalam menangani kasus-kasus dalam ADHD.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semua anak yang terlahir dalam kondisi apa pun memiliki hak pendidikan dan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Atas dasar ini, anak-anak dengan gejala </span><i><span style="font-weight: 400;">Attention Defisit Hyperactif Disorder</span></i><span style="font-weight: 400;">, perlu mendapatkan perlakuan yang sama, dengan pendampingan khusus. Orang tua bisa mencari sekolah yang bisa menerima anak-anak dengan kondisi hiperaktif dan sulit konsentrasi ini.</span></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3905 size-full" src="https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept.jpg" alt="emosional anak" width="720" height="405" srcset="https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept.jpg 720w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept-300x169.jpg 300w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept-600x338.jpg 600w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept-558x314.jpg 558w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2022/08/caucasian-boy-isolated-white-studio-background-copyspace-childhood-education-emotions-concept-655x368.jpg 655w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px" /></p>
<h2><b>Apa itu ADHD?</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">A</span><i><span style="font-weight: 400;">ttention deficit hyperactivity disorder</span></i><span style="font-weight: 400;"> (ADHD) merupakan gangguan perkembangan syaraf pada anak dan tidak menutup kemungkinan dapat bertahan hingga ia dewasa. Permasalahan anak ADHD atau bisa disebut juga dengan Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH) terletak pada ketidakmampuan anak untuk fokus terhadap sesuatu, hiperaktif, dan tindakan yang impulsif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Anak ADHD biasanya akan menghindari hal-hal yang membutuhkan pemusatan perhatian yang tinggi. Mereka pun tidak terlalu menyukai rutinitas yang sama setiap harinya dan tidak bisa berdiam diri. Selain itu, anak ADHD biasanya suka berbicara tanpa henti meski orang yang ada di hadapannya sedang berbicara.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Duh, anak saya kok aktif banget, ya, seperti nggak ada capeknya?</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Anak saya susah sekali untuk diminta fokus pada suatu hal. Apakah bisa dikatakan ADHD?”</span></i></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Anak saya itu terlalu banyak bicara dibanding anak lainnya. Wajarkah?”</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin tiba-tiba saja terlintas dalam benak Ayah Bunda. Untuk memastikannya, Ayah Bunda tentu harus berkonsultasi dengan dokter spesialis agar dapat mengenali gejalanya lebih awal.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h2><b>Tipe ADHD</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Mengutip dari laman ciputramedicalcenter.com, terdapat 3 jenis ADHD berdasarkan gejala tertentu yang lebih mendominasi. Ketiga jenis ADHD tersebut antara lain:</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">ADHD Inattentive Type</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada ADHD tipe ini anak sulit untuk mengatur atau menyelesaikan tugas, memperhatikan detail atau memerhatikan instruksi/percakapan. Anak mudah terganggu konsentrasinya sehingga lupa detail rutinitas sehari-hari.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">ADHD Impulsif/Hyperactive Type</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada ADHD tipe ini, anak cenderung banyak bicara dan bisa juga terlihat gelisah. Anak juga akan sulit untuk duduk diam dalam waktu yang lama. Mereka cenderung lebih aktif ketimbang anak-anak lainnya. Mereka juga suka melakukan tindakan/perilaku impulsif, seperti berbicara pada waktu yang tidak tepat atau mengambil barang dari temannya secara tiba-tiba.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">ADHD Combine Type</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">ADHD tipe ini merupakan gabungan dari kedua tipe sebelumnya. Gejalanya pun gabungan dari kedua tipe sebelumnya; </span><i><span style="font-weight: 400;">inattentive, impulsif, and hyperactive</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Penyebab ADHD</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebenarnya, sampai saat ini para ilmuan masih mempelajari penyebab seseorang mengalami gangguan ADHD. Meski demikian, faktor genetik disebut mengambil peran penting sebagai penyebab seseorang mengalami gangguan ADHD. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain faktor genetik, para ilmuan juga mempelajari kemungkinan penyebab dan faktor risiko lain, seperti dikutip melalui hellosehat.com yakni:</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Cedera otak</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Paparan lingkungan dalam masa kandungan atau usia dini</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Penggunaan alkohol atau tembakau saat kehamilan</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Kelahiran bayi prematur</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Berat badan lahir yang rendah (BBLR)</span></li>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Sering bermain video game</span></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<h2><b>Bagaimana mengatasi anak ADHD?</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Anak ADHD dapat ditangani dengan mendapatkan perawatan yang tepat. Menurut popmama.com, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk anak ADHD. Caranya sebagai berikut.</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Terapi keluarga</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Terapi ini disebut juga pelatihan orangtua. Terapi ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menangani anak ADHD. Orangtua akan belajar bagaimana menangani perilaku anak dan secara konsisten serta positif untuk menyesuaikan harapan. Peran orangtua sangat penting untuk berpartisipasi aktif dalam pengobatan anak karena pendidikan orangtua juga merupakan bagian penting dari manajemen ADHD.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Terapi perilaku</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Pada terapi ini, orangtua dan perawat akan dilatih menyusun strategi untuk membantu anak dalam berperilaku sehari-hari dan mengatasi situasi yang sulit.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Pemberian obat</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam banyak kasus, cara terbaik mengobati ADHD adalah dengan terapi perilaku dan kombinasi obat-obatan. Namun, obat-obatan ini diperlukan jika ADHD yang dialami anak cukup mengganggu dan menghambat aktivitasnya.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Popmama.com</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hellosehat.com</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">ciputramedicalcenter.com</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote class="instagram-media" style="background: #FFF; border: 0; border-radius: 3px; box-shadow: 0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width: 540px; min-width: 326px; padding: 0; width: calc(100% - 2px);" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/ChBlstzBH6f/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="14">
<div style="padding: 16px;">
<p>&nbsp;</p>
<div style="display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display: block; height: 50px; margin: 0 auto 12px; width: 50px;"></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style="color: #3897f0; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: 550; line-height: 18px;">View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg);"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style="width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style="width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style="background-color: #f4f4f4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p>&nbsp;</p>
<p style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; line-height: 17px; margin-bottom: 0; margin-top: 8px; overflow: hidden; padding: 8px 0 7px; text-align: center; text-overflow: ellipsis; white-space: nowrap;"><a style="color: #c9c8cd; font-family: Arial,sans-serif; font-size: 14px; font-style: normal; font-weight: normal; line-height: 17px; text-decoration: none;" href="https://www.instagram.com/p/ChBlstzBH6f/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" target="_blank" rel="noopener">A post shared by Penerbit Cikal Aksara (@cikalaksara)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//www.instagram.com/embed.js"></script></p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/fakta-menarik-yang-tentang-adhd-ini-gejala-dan-ciri-cirinya/">Fakta Menarik yang Tentang ADHD, Ini Gejala dan Ciri-cirinya</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/fakta-menarik-yang-tentang-adhd-ini-gejala-dan-ciri-cirinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>11</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
