<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>nusantara Archives - Cikal Aksara</title>
	<atom:link href="https://cikalaksara.com/tag/nusantara/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://cikalaksara.com/tag/nusantara/</link>
	<description>Penerbit</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Mar 2016 06:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.5</generator>
	<item>
		<title>Dongeng Si Rusa dan si Kulomang</title>
		<link>https://cikalaksara.com/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2014 10:40:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[fabel]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://cikalaksara.com/2014/10/15/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/</guid>

					<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamu suka cerita hewan? Nah, kali ini ada dongeng dari tanah Maluku yang bercerita tentang hewan rusa dan siput laut. Seperti apa dongengnya? Yuk, simak kisahnya! ☺</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/">Dongeng Si Rusa dan si Kulomang</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" alignleft size-full wp-image-374" style="margin-top: 5px; margin-right: 15px; float: left;" src="http://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2014/10/2014_10-dongeng-head.jpg" alt="10-dongeng-head" width="621" height="249" srcset="https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2014/10/2014_10-dongeng-head.jpg 621w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2014/10/2014_10-dongeng-head-300x120.jpg 300w, https://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2014/10/2014_10-dongeng-head-600x241.jpg 600w" sizes="(max-width: 621px) 100vw, 621px" /></span></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-align: justify;">Kamu suka cerita hewan? Nah, kali ini ada dongeng dari tanah Maluku yang bercerita tentang hewan rusa dan siput laut. Seperti apa dongengnya? Yuk, simak kisahnya! ☺</span></p>
<p style="text-align: justify;">Dahulu kala, di Kepulauan Aru, Provinsi Maluku, hidup sekawanan rusa yang dipimpin oleh si Rusa. Mereka bisa berlari dengan cepat. Sayangnya, karena kemampuan ini, mereka jadi congkak dan sombong. Rusa-rusa ini juga sering menantang hewan lain untuk berlomba lari hanya demi kesenangan mereka. Padahal, merekalah yang nantinya akan jadi pemenang. Para rusa ini juga menuntut hewan yang mereka kalahkan untuk menyerahkan wilayah kekuasaan. Jadi, semakin luas wilayah kekuasaan rusa di pulau itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara di wilayah lain, terdapat kawanan siput laut cerdik yang dipimpin oleh Kulomang. Kawanan ini terkenal lamban dan penyabar. Karena mereka adalah hewan yang lamban, maka mereka mengandalkan kecerdasannya sebagai kekuatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rupanya kawanan rusa tertarik dengan wilayah yang ditempati siput laut. Bagi rusa, kawanan siput laut sangat mudah dikalahkan karena mereka lamban. Maka kawanan rusa menantang siput laut untuk adu lari. Kulomang menerima tantangan rusa dengan berani. Perlombaan akan dimulai ketika matahari terbit esok hari. Mereka lalu menentukan garis awal lomba dan sepuluh pos untuk beristirahat. Setelah sepakat, para rusa kembali ke tempat tinggal mereka untuk mempersiapkan lomba esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Para siput risau memikirkan perlombaan esok hari. Namun Kulomang yang cerdik ternyata sudah menyiapkan strategi untuk perlombaan tersebut. Ia memilih sebelas siput laut yang bentuk dan ukurannya menyerupai dirinya. Para siput ini nantinya akan berada di tiap pos dan menjawab ucapan Rusa.</p>
<p style="text-align: justify;">Keesokan harinya, Rusa dan kawanannya sudah berdiri di sepanjang garis awal. Lonceng dibunyikan, Rusa langsung berlari meninggalkan Kulomang. Rusa berpikir bahwa Kulomang tidak akan mampu mengejarnya, jadi ia berlari dengan santai.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat Rusa tiba di pos pertama, ia bertanya kira-kira sudah sampai mana siput laut berada. Tiba-tiba terdengar suara siput laut di belakangnya. Rusa kaget dan langsung berlari sampai pos ketiga. Sambil melepas lelah, terdengar kembali suara siput laut di belakang Rusa. Rusa pun segera berlari kembali dengan lebih cepat. Ia tidak menyangka siput laut dapat mengalahkannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rusa terus berlari sekencang-kencangnya, namun selalu ada siput laut di tiap posnya. Akhirnya di pos kesepuluh, Rusa jatuh tersungkur karena kelelahan. Di sana pun sudah ada Kulomang yang sudah sampai lebih dahulu. Akhirnya, kecerdasan mengalahkan kekuatan. Wilayah siput laut pun tak jadi dikuasai oleh para rusa.</p>
<hr />
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" class=" alignright size-full wp-image-375" style="margin-bottom: 5px; margin-left: 15px; float: right;" src="http://cikalaksara.com/wp-content/uploads/2014/10/2014_10-DONGENG-BINATANG-ASLI-INDONESIA-1.jpg" alt="10-DONGENG-BINATANG-ASLI-INDONESIA-1" width="120" height="164" />Kamu ingin membaca dongeng tentang binatang yang lainnya? Buku <a href="http://cikalaksara.com/2015/03/06/lembar-kegiatan-anak-mewarnai-ayam/" target="_blank">10 Dongeng Binatang Nusantara</a> karya E. Kristin Ningrum siap membawamu ke petualangan para binatang yang penuh pesan moral.</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/">Dongeng Si Rusa dan si Kulomang</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/dongeng-si-rusa-dan-si-kulomang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Keragaman Bumi Nusantara</title>
		<link>https://cikalaksara.com/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2012 02:58:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[adat]]></category>
		<category><![CDATA[alat musik tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[badak jawa]]></category>
		<category><![CDATA[bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[benteng]]></category>
		<category><![CDATA[bernilai sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[bunga padma]]></category>
		<category><![CDATA[candi]]></category>
		<category><![CDATA[fakta]]></category>
		<category><![CDATA[fauna]]></category>
		<category><![CDATA[flora]]></category>
		<category><![CDATA[harimau sumatera]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilustrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[istana]]></category>
		<category><![CDATA[jumlah]]></category>
		<category><![CDATA[kantong semar]]></category>
		<category><![CDATA[kekayaan]]></category>
		<category><![CDATA[keragaman]]></category>
		<category><![CDATA[menakjubkan]]></category>
		<category><![CDATA[menarik]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalkan]]></category>
		<category><![CDATA[menjelajah]]></category>
		<category><![CDATA[mesjid tua]]></category>
		<category><![CDATA[negara kaya]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pendahulu]]></category>
		<category><![CDATA[peninggalan sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[penjuru negeri]]></category>
		<category><![CDATA[provinsi]]></category>
		<category><![CDATA[rafflesia]]></category>
		<category><![CDATA[ratusan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah adat]]></category>
		<category><![CDATA[suku bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[tarian]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam]]></category>
		<category><![CDATA[zaman kerajaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://cikalaksara.com/2012/10/25/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak diragukan lagi, Indonesia adalah negara kaya yang menakjubkan. Ratusan suku bangsa hidup di wilayah Indonesia dengan keragaman adat dan budaya khas masing-masing.</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/">Mengenal Keragaman Bumi Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak hanya itu, para pendahulu pun meninggalkan berbagai macam bangunan yang bernilai sejarah tinggi, seperti candi, benteng, mesjid tua, dan istana zaman kerajaan yang jumlahnya tak terhitung.</p>
<p>Belum lagi wisata alam beserta flora dan faunanya yang khas juga mudah ditemukan di seluruh penjuru negeri, seperti rafflesia atau bunga padma, kantong semar, badak jawa, atau harimau sumatera.</p>
<p>Nah, jika kamu ingin mengenal lebih dalam tentang keragaman di Indonesia, Cikal Aksara menerbitkan buku <em>Fakta Menakjubkan tentang Indonesia</em> yang ditulis oleh Navita Kristi, dkk.</p>
<p>Buku ini memuat sejarah singkat 33 provinsi yang ada di Indonesia beserta peninggalan sejarah, suku bangsa dan rumah adat, tarian dan alat musik tradisional, flora dan fauna khas, kekayaan wisata alam, dan hal-hal menarik lainnya dari masing-masing wilayah.</p>
<p>Dilengkapi dengan ilustrasi menarik, pastinya kamu bisa dengan mudah mengenali keragaman yang ada di bumi Nusantara ini.</p>
<p>Selamat menjelajah!</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/">Mengenal Keragaman Bumi Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/mengenal-keragaman-bumi-nusantara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>100 Pahlawan Nusantara</title>
		<link>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/</link>
					<comments>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Cikal]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 07:44:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[slideshow]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://cikalaksara.com/2011/05/13/100-pahlawan-nusantara1/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada 11 Februari 1899, terjadi pertempuran hebat di Meulaboh, Aceh. Teuku Umar yang saat itu tengah diburu tentara Belanda tewas tertembak timah panas. Akibatnya, Cut Nyak Dhien, istri Teuku Umar kehilangan suami yang dicintainya untuk kedua kalinya akibat ulah penjajah Belanda. Meskipun demikian, Cut Nyak Dhien tak pernah patah arang. Bersama rakyat Aceh, ia terus&#8230;</p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/">100 Pahlawan Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4></h4>
<p>Pada 11 Februari 1899, terjadi pertempuran hebat di Meulaboh, Aceh. Teuku Umar yang saat itu tengah diburu tentara Belanda tewas tertembak timah panas. Akibatnya, Cut Nyak Dhien, istri Teuku Umar kehilangan suami yang dicintainya untuk kedua kalinya akibat ulah penjajah Belanda. Meskipun demikian, Cut Nyak Dhien tak pernah patah arang. Bersama rakyat Aceh, ia terus berjuang mempertahankan tanah mereka dari tangan penjajah. Bahkan sampai usianya senja dan fisiknya melemah, ia masih ikut bergerilya di daerah pedalaman.</p>
<p>Itulah salah satu kisah perjuangan pahlawan untuk mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Para pahlawan rela mengorbankan apa saja demi mengusir penjajah dari bumi Nusantara. Di dalam buku ini, ada 100 kisah pahlawan yang patut kita jadikan teladan dan kita hargai jasa-jasanya. Karena perjuangan mereka, kita bisa hidup di negara Indonesia yang merdeka, aman, dan damai.</p>
<p><strong>Penulis:</strong> Tim Sunrise Pictures<br /><strong>Ukuran:</strong> 21 x 28 cm<br /><strong>Tebal: </strong>iii + 53 hlm<br /><strong>Penerbit: </strong>Cikal Aksara<br /><strong>ISBN: </strong>602-8526-34-7<br /><strong>Harga: </strong>Rp29.000,-</p>
<p></p>
<p>The post <a href="https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/">100 Pahlawan Nusantara</a> appeared first on <a href="https://cikalaksara.com">Cikal Aksara</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://cikalaksara.com/100-pahlawan-nusantara1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
