adhd

Fakta Menarik yang Tentang ADHD, Ini Gejala dan Ciri-cirinya

Terkadang mengikuti tumbuh kembang anak, tidak sesuai yang diharapkan orang tua. Tidak selalu tumbuh kembang anak berjalan semestinya dan sempurna. Bersyukurlah bagi ayah bunda yang memiliki anak-anak bisa tumbuh dengan baik. Sebab ada beberapa keadaan yang membuat seorang anak berbeda dengan anak lainnya. Satu di antaranya adalah Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Mengasuh dan mendidik anak hiperaktif dan sulit fokus atau konsentrasi, tentu saja membuat orang tua bisa cemas, bahkan stres. Kondisi mental dan kejiwaan yang demikian belum bisa disembuhkan. Upaya dengan pola terapi pengobatan medis, psikologi, dan terapi sosial bisa mengurangi gejala ini. 

Ayah dan bunda perlu super sabar menerima mengetahui anak mengidap gejala ADHD secara lengkap. Anak-anak pengidap ADHD dan autis, secara umum diterapi dengan pengobatan dan terapi perilaku. Yang pasti orangtua membutuhkan komitmen, ekstra waktu, tenaga, kesiapan mental dan dana untuk mengatasi kondisi yang dihadapi. 

Mereka dengan kondisi ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) tetap bisa dan berpeluang sukses dalam bidangnya. Beberapa tokoh pengidap ADHD, seperti Albert Einstein, Michael Jordan, Jim Carrey, dan masih banyak lagi. Banyak anak dengan bawaan genetik seperti ini bisa sukses dalam pendidikan.

Apa penyebab ADHD? Menurut para saintis, ada 4 dugaan: kelahiran prematur, kerusakan otak, berat badan yang kurang saat lahir, penggunaan alkohol dan tembakau saat kehamilan, dan paparan timbal saat  kehamilan. 

Bagaimana cara merawat kondisi anak dengan bawaan ADHD? Bagaimana pun anak dalam kondisi apa pun adalah titipan Tuhan. Kita hanya bisa menerima dan berupaya mendidik dan mengasuhnya sekuat daya dan ikhtiar. Yang perlu disadari anak dengan kondisi apa pun berupaya kita syukuri dengan merawat dengan baik dengan penuh kesabaran.  

Pertama kali yang perlu dikenali dan ketahui adalah informasi yang tepat dan lengkap. Hal ini untuk mengantarkan orangtua akan lebih bijak dalam menangani kasus-kasus dalam ADHD.

Semua anak yang terlahir dalam kondisi apa pun memiliki hak pendidikan dan kesehatan, baik fisik maupun psikis. Atas dasar ini, anak-anak dengan gejala Attention Defisit Hyperactif Disorder, perlu mendapatkan perlakuan yang sama, dengan pendampingan khusus. Orang tua bisa mencari sekolah yang bisa menerima anak-anak dengan kondisi hiperaktif dan sulit konsentrasi ini.

emosional anak

Apa itu ADHD?

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan syaraf pada anak dan tidak menutup kemungkinan dapat bertahan hingga ia dewasa. Permasalahan anak ADHD atau bisa disebut juga dengan Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH) terletak pada ketidakmampuan anak untuk fokus terhadap sesuatu, hiperaktif, dan tindakan yang impulsif.

Anak ADHD biasanya akan menghindari hal-hal yang membutuhkan pemusatan perhatian yang tinggi. Mereka pun tidak terlalu menyukai rutinitas yang sama setiap harinya dan tidak bisa berdiam diri. Selain itu, anak ADHD biasanya suka berbicara tanpa henti meski orang yang ada di hadapannya sedang berbicara.

 

Duh, anak saya kok aktif banget, ya, seperti nggak ada capeknya?

“Anak saya susah sekali untuk diminta fokus pada suatu hal. Apakah bisa dikatakan ADHD?”

“Anak saya itu terlalu banyak bicara dibanding anak lainnya. Wajarkah?”

 

Pertanyaan-pertanyaan di atas mungkin tiba-tiba saja terlintas dalam benak Ayah Bunda. Untuk memastikannya, Ayah Bunda tentu harus berkonsultasi dengan dokter spesialis agar dapat mengenali gejalanya lebih awal.

 

Tipe ADHD

Mengutip dari laman ciputramedicalcenter.com, terdapat 3 jenis ADHD berdasarkan gejala tertentu yang lebih mendominasi. Ketiga jenis ADHD tersebut antara lain:

 

  1. ADHD Inattentive Type

Pada ADHD tipe ini anak sulit untuk mengatur atau menyelesaikan tugas, memperhatikan detail atau memerhatikan instruksi/percakapan. Anak mudah terganggu konsentrasinya sehingga lupa detail rutinitas sehari-hari.

 

  1. ADHD Impulsif/Hyperactive Type

Pada ADHD tipe ini, anak cenderung banyak bicara dan bisa juga terlihat gelisah. Anak juga akan sulit untuk duduk diam dalam waktu yang lama. Mereka cenderung lebih aktif ketimbang anak-anak lainnya. Mereka juga suka melakukan tindakan/perilaku impulsif, seperti berbicara pada waktu yang tidak tepat atau mengambil barang dari temannya secara tiba-tiba.

 

  1. ADHD Combine Type

ADHD tipe ini merupakan gabungan dari kedua tipe sebelumnya. Gejalanya pun gabungan dari kedua tipe sebelumnya; inattentive, impulsif, and hyperactive.

 

Penyebab ADHD

Sebenarnya, sampai saat ini para ilmuan masih mempelajari penyebab seseorang mengalami gangguan ADHD. Meski demikian, faktor genetik disebut mengambil peran penting sebagai penyebab seseorang mengalami gangguan ADHD. 

 

Selain faktor genetik, para ilmuan juga mempelajari kemungkinan penyebab dan faktor risiko lain, seperti dikutip melalui hellosehat.com yakni:

 

  • Cedera otak
  • Paparan lingkungan dalam masa kandungan atau usia dini
  • Penggunaan alkohol atau tembakau saat kehamilan
  • Kelahiran bayi prematur
  • Berat badan lahir yang rendah (BBLR)
  • Sering bermain video game

 

Bagaimana mengatasi anak ADHD?

Anak ADHD dapat ditangani dengan mendapatkan perawatan yang tepat. Menurut popmama.com, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan untuk anak ADHD. Caranya sebagai berikut.

  1. Terapi keluarga

Terapi ini disebut juga pelatihan orangtua. Terapi ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menangani anak ADHD. Orangtua akan belajar bagaimana menangani perilaku anak dan secara konsisten serta positif untuk menyesuaikan harapan. Peran orangtua sangat penting untuk berpartisipasi aktif dalam pengobatan anak karena pendidikan orangtua juga merupakan bagian penting dari manajemen ADHD.

 

  1. Terapi perilaku

Pada terapi ini, orangtua dan perawat akan dilatih menyusun strategi untuk membantu anak dalam berperilaku sehari-hari dan mengatasi situasi yang sulit.

 

  1. Pemberian obat

Dalam banyak kasus, cara terbaik mengobati ADHD adalah dengan terapi perilaku dan kombinasi obat-obatan. Namun, obat-obatan ini diperlukan jika ADHD yang dialami anak cukup mengganggu dan menghambat aktivitasnya.

 

Sumber:

Popmama.com

Hellosehat.com

ciputramedicalcenter.com

 

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Penerbit Cikal Aksara (@cikalaksara)

Share your thoughts